Belajar, Bergerak, dan Bersatu (3B): Cara Kita Melanjutkan Semangat Sumpah Pemuda
Ditulis tanggal 27 Oct 2025 | Dibaca 408 kali
Halo Halo Sobat Mitra Kresna...
Setiap tanggal 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda hari yang penuh makna dan semangat kebangsaan. Hari dimana bukan sekadar tanggal di kalender, tapi pengingat tentang betapa besar peran anak muda dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia lho....
Coba deh bayangkan, hampir seabad yang lalu, tepatnya tahun 1928, sekelompok pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jakarta. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda- beda, ada yang dari Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, sampai Papua. Waktu itu, belum ada internet, belum ada media sosial untuk menghubungkan mereka, tapi semangat mereka luar biasa!Mereka punya satu tekad yang sama: Indonesia harus bersatu. Dari semangat itulah lahir Sumpah Pemuda, yang berisi tiga janji sakral:
Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Itu adalah tonggak awal yang mempersatukan bangsa kita hingga hari ini. Nah, tahun 2025 ini, peringatan Sumpah Pemuda membawa tema “Pemuda
Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.” Tema ini pas banget buat menggambarkan semangat anak muda zaman sekarang sebagai generasi yang aktif, kreatif, dan penuh ide. Kita hidup di zaman yang serba cepat, penuh tantangan, tapi juga banyak peluang. Maka, jadi kita sebagai anak muda hari ini berarti harus berani bergerak, bukan cuma duduk dan menunggu. Sebagai pelajar, perjuangan kita memang berbeda dari para pahlawan dulu. Kita nggak lagi berjuang di medan perang, tapi di ruang
kelas, laboratorium, lapangan, dan dunia digital.
Ketika kita rajin belajar, berani bermimpi tinggi, menghargai teman yang berbeda, dan berusaha memberi yang terbaik, sebenarnya kita sedang meneruskan perjuangan mereka lho.. tentu dengan cara kita sendiri. Belajar bukan cuma soal nilai, tapi juga tentang membangun
masa depan. Setiap buku yang kita baca, setiap tugas yang kita kerjakan, dan setiap ide yang kita ciptakan adalah langkah kecil menuju Indonesia yang lebih hebat.
Jadi, jangan pernah anggap remeh diri sendiri. Karena dari ruang kelas yang sederhana pun, bisa lahir pemimpin besar di masa depan. Sumpah Pemuda mengajarkan kita satu hal penting: persatuan
adalah kekuatan. Walaupun kita berbeda suku, agama, bahasa, atau kebiasaan, kita tetap satu Indonesia. Justru karena perbedaan itulah, kita bisa saling melengkapi dan tumbuh bersama.
Teman-teman, mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai pengingat bahwa masa depan Indonesia ada di tangan kita. Ayo, terus semangat belajar, berbuat kebaikan, dan jangan takut bermimpi besar. Karena ketika pemuda dan pemudi Indonesia bergerak bersama, Indonesia akan
semakin kuat dan berjaya!