Turi, 10 Agustus 2026 – SMP Negeri 3 Turi melaksanakan rangkaian kegiatan pembelajaran dan proyek kokurikuler pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pagi hingga siang ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX dengan pendampingan bapak dan ibu guru serta wali kelas.
Kegiatan pagi diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh seluruh peserta didik, bapak dan ibu guru. Senam pagi menjadi sarana untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat dan kebersamaan sebelum peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran.
Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama. Selanjutnya, peserta didik mulai mengikuti Proyek Kokurikuler sesuai dengan jenjang masing-masing. Peserta didik kelas VII melaksanakan kegiatan di Ruang Keterampilan, kelas VIII di Ruang Laboratorium IPA, sedangkan kelas IX mengikuti kegiatan di Lapangan Tengah SMP Negeri 3 Turi. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan dari bapak dan ibu wali kelas serta guru pendamping.
Pada pukul 08.20–08.55 WIB, khusus peserta didik kelas VII dan VIII mendapatkan pendampingan dari guru Bimbingan dan Konseling (BK). Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan peserta didik agar semakin siap mengikuti proses pembelajaran dan kegiatan kokurikuler.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kerohanian. Peserta didik yang beragama Kristen dan Katolik mengikuti doa siang bersama, sementara peserta didik putra yang beragama Islam melaksanakan Salat Jumat berjamaah di musala sekolah. Bagi peserta didik putri yang beragama Islam, kegiatan dilaksanakan melalui pendampingan sebelum dilanjutkan dengan salat berjamaah.
Pada pukul 12.30–13.40 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Proyek Kokurikuler Keagamaan. Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX yang beragama Islam mengikuti kegiatan mengaji bersama, sedangkan peserta didik yang beragama Kristen dan Katolik mengikuti kegiatan pendalaman Kitab Suci.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMP Negeri 3 Turi berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan kebugaran jasmani, karakter, kreativitas, kerja sama, serta kehidupan spiritual peserta didik. Pendampingan yang dilakukan oleh wali kelas, guru pendamping, guru BK, dan guru agama diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang utuh dan bermakna bagi seluruh peserta didik.