Turi, 24 Agustus 2026 – SMP Negeri 3 Turi melaksanakan Upacara Bendera pada Senin (24/8/2026) di Lapangan Tengah SMP Negeri 3 Turi. Kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX serta bapak dan ibu guru dan karyawan. Upacara berlangsung tertib dan khidmat.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Brillia Afnizar Litasari, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan sebuah kisah inspiratif tentang dua jenis ulat sutra dari Cina, yaitu Bombyx mori dan Bombyx mandarina, yang memiliki cara hidup berbeda.
Bombyx mori merupakan ulat sutra budidaya yang hidup dengan bantuan manusia dan sangat bergantung pada lingkungan yang disediakan. Sementara itu, Bombyx mandarina merupakan ulat sutra liar yang harus mencari makan sendiri, menghadapi perubahan lingkungan, dan bertahan hidup dengan kemampuannya sendiri.
Perbedaan tersebut semakin terlihat ketika keduanya memasuki fase dewasa. Bombyx mori tidak mampu terbang meskipun memiliki sayap dan memiliki kemampuan penglihatan yang terbatas karena telah lama hidup dalam lingkungan yang bergantung pada manusia. Sebaliknya, Bombyx mandarina mampu terbang bebas dan memiliki penglihatan yang lebih tajam karena terbiasa menghadapi tantangan lingkungan secara mandiri.
Melalui kisah tersebut, peserta didik diajak memahami pentingnya kemandirian dan keberanian menghadapi tantangan. Bantuan dari orang lain memang diperlukan, tetapi jika seseorang selalu mengandalkan bantuan tanpa berusaha sendiri, kemampuan yang dimiliki dapat menjadi kurang terlatih.
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi peserta didik agar tidak takut mencoba, berani menghadapi kesulitan, dan terus melatih kemampuan diri. Sekolah diharapkan menjadi tempat bagi peserta didik untuk belajar bukan hanya secara akademik, tetapi juga membangun karakter mandiri, tangguh, dan bertanggung jawab.
Melalui amanat tersebut, upacara bendera tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga menjadi sarana memberikan pesan pendidikan dan refleksi kehidupan kepada seluruh peserta didik SMP Negeri 3 Turi.