Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang digemari masyarakat karena rasanya lezat, bergizi tinggi, dan mudah dibudidayakan. Proses budidayanya tidak memerlukan lahan luas dan dapat dilakukan di ruangan yang teduh dengan tingkat kelembapan yang cukup. Media tanam yang digunakan berupa serbuk kayu yang telah difermentasi dan dikemas dalam plastik silinder, disebut baglog. Dalam kondisi ideal, jamur tiram dapat dipanen dalam waktu 1–2 bulan setelah penanaman bibit.
Berdasarkan pengetahuan tersebut, siswa kelas 9 SMP
Negeri 3 Turi melaksanakan kegiatan kokurikuler pembelajaran proyek
dengan tema Budidaya Jamur Tiram. Dalam kegiatan ini, terdapat dua
kelompok siswa yang terlibat aktif dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari
menyiapkan baglog, merawat, hingga memantau pertumbuhan jamur setiap hari. Bahkan mereka juga menjual hasil panenan mereka.
Para siswa terlihat sangat antusias, disiplin, dan tekun
selama kegiatan berlangsung. Mereka belajar tidak hanya tentang cara menanam
jamur tiram, tetapi juga tentang pentingnya tanggung jawab, kerja sama, dan
ketekunan dalam menyelesaikan proyek. Selain itu, kegiatan ini juga
mengasah jiwa wirausaha karena siswa belajar bagaimana hasil kerja
mereka dapat memberikan nilai ekonomi.
Guru pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
bagian dari implementasi dari Pembelajaran Kokurikuler.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menumbuhkan karakter mandiri,
gotong royong, dan bernalar kritis, sekaligus memiliki pengalaman nyata
dalam mengelola usaha sederhana berbasis lingkungan.
Dengan penuh semangat, para siswa kelas 9 SMP Negeri 3 Turi
membuktikan bahwa belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui proyek
budidaya jamur tiram, mereka mendapatkan pengalaman berharga tentang kerja
keras, tanggung jawab, dan kreativitas dalam berwirausaha.