Berita

Panen Lele, Panen Pengalaman: Siswa Kelas 8 Belajar Wirausaha dari Kolam Sekolah

Hari ini, Jumat, 31 Oktober 2025, suasana di lingkungan SMP Negeri 3 Turi tampak berbeda dari biasanya. Keceriaan dan semangat belajar tampak jelas dari wajah para siswa kelas 8 yang sedang melaksanakan kegiatan kokurikuler budidaya ikan lele. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan mengembangkan keterampilan praktis, rasa tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan peserta didik.

Sejak beberapa bulan terakhir, para siswa telah merawat ikan lele dengan penuh ketekunan. Mereka belajar bagaimana cara memelihara ikan dengan baik, mulai dari menyiapkan kolam, memberi pakan secara teratur, hingga menjaga kualitas air agar ikan tetap sehat dan tumbuh optimal. Hari ini menjadi momen yang istimewa karena siswa melaksanakan kegiatan pengukuran ikan lele dengan sistem Grading (Pemisahan ikan berdasarkan ukuran) untuk mengetahui tingkat pertumbuhannya dan menentukan ikan mana yang sudah siap panen.

Setelah dilakukan pengukuran, beberapa ikan lele yang sudah mencapai usia dan ukuran panen langsung dijual kepada bapak dan ibu guru serta warga sekitar sekolah. Hasil panen tersebut dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram dalam kondisi sudah bersih, siap untuk diolah menjadi berbagai menu makanan. Antusiasme warga sekolah sangat tinggi banyak guru dan karyawan yang mendukung kegiatan ini dengan membeli hasil panen siswa.

Para siswa tampak sangat senang dan bangga dengan hasil kerja keras mereka. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar teori tentang biologi dan ekonomi, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata tentang pentingnya kerja sama, ketekunan, dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha. Dari kegiatan sederhana ini, siswa belajar bahwa kesuksesan tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses dan kerja keras yang dilakukan secara konsisten.

Guru pembimbing kegiatan kokurikuler budidaya lele menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menumbuhkan karakter mandiri, jiwa wirausaha dan memanfaatkan sumber air yang berada di sekolah. Melalui kegiatan semacam ini, sekolah berupaya memberikan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk kecakapan hidup yang bermanfaat di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan air dan memanfaatkan sumber daya sekitar secara berkelanjutan.

Hasil dari penjualan ikan lele rencananya akan digunakan kembali untuk membeli bibit lele baru dan kebutuhan pakan, sehingga kegiatan budidaya ini dapat terus berlanjut dan menjadi proyek berkesinambungan. Dengan demikian, siswa dapat terus belajar mengelola siklus usaha secara mandiri.

Kegiatan budidaya lele ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Dengan pendekatan kokurikuler berbasis proyek, siswa dapat belajar secara langsung dari pengalaman, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Dengan semangat gotong royong dan rasa tanggung jawab yang tinggi, siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Turi berhasil menunjukkan bahwa belajar bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Melalui proyek budidaya lele ini, mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, dan jiwa wirausaha yang akan menjadi bekal berharga untuk masa depan.