Berita

SMP Negeri 3 Turi Jadi Tuan Rumah Perdana Pertukaran Pembina Upacara Pokja Turi

Senin, 3 November 2025, di lapangan SMP Negeri 3 Turi kembali menjadi saksi kegiatan rutin yang penuh makna. Kali ini, kegiatan upacara bendera terasa berbeda karena bertepatan dengan program pertukaran pembina upacara dan kunjungan antar sekolah dalam wadah Pokja Turi.

Menariknya, SMP Negeri 3 Turi menjadi sekolah pertama yang mendapat giliran kunjungan dari sekolah-sekolah SMP anggota Pokja Turi. Suasana pagi yang cerah dan cukup terik terasa semakin semangat dengan hadirnya para tamu dari berbagai sekolah, yakni SMP Negeri 1 Turi, SMP Negeri 2 Turi, SMP Muhammadiyah Turi, SMP Santo Aloysius Turi, dan SMP Insan Cendekia Turi.

Pada kesempatan ini, yang bertugas sebagai pembina upacara adalah Ibu Agnes Natalia Endry K., S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP Santo Aloysius Turi. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan inspiratif yang diibaratkan dengan sebatang pensil. Menurut beliau, sebuah pensil hanya bisa menulis dengan baik jika terus diruncingkan. Begitu juga dengan diri kita khususnya para siswa yang harus terus “meruncingkan diri” dengan belajar, berlatih, dan berproses, meskipun terkadang terasa sulit atau “menyakitkan” pada awalnya. Pesan sederhana namun penuh makna ini disambut dengan antusias oleh seluruh peserta upacara.

Upacara pagi ini diikuti oleh peserta didik kelas 7, 8, dan 9, serta seluruh bapak/ibu guru dan karyawan SMP Negeri 3 Turi. Turut hadir pula kepala sekolah SMP Pokja Turi, dua perwakilan OSIS, dan guru pembina OSIS dari masing-masing sekolah. Petugas upacara hari ini adalah para anggota OSIS SMP Negeri 3 Turi yang tampil kompak dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya.

Di akhir kegiatan, suasana menjadi semakin meriah dengan adanya penyerahan hadiah dari anggota perwakilan grup Marching Band “GEMA TRI CAKRA KRISHNA” kepada pihak sekolah. Hadiah tersebut diterima langsung oleh Ibu Kepala Sekolah, ibu Widayati, S.Pd. sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan atas prestasi siswa.

Kegiatan hari ini menjadi momen yang tak hanya menumbuhkan semangat kebersamaan antar sekolah, tetapi juga mengingatkan kita semua bahwa proses “meruncingkan diri” melalui belajar dan disiplin adalah kunci menuju keberhasilan.